Rabu, 20 Maret 2013

HUBUNGAN INDUSTRIAL

TAHAP – TAHAP DALAM HUBUNGAN INDUSTRIAL

1.          Tahap Konflik
Yang biasanya terjadi ialah bahwa Manajemen berusaha sedapat mungkin untuk mencegah masuknya para pekerja menjadi anggota Serikat Pekerja. Tidak mustahil, para pekerja yang memasuki Serikat Pekerja dimasukkan dalam daftar hitam. Para Manajemen menolak untuk berhubungan dengan para wakil Serikat Pekerja yang datang padanya. Manajemen akan berusaha mengambil langkah agar tidak terjadi pemogokan, bahkan mengirimkan mata - matanya

2.        Tahap Pengakuan Eksistensi
Dalam tahap ini terdapat tiga pola tindakan Manajemen terhadap Serikat Pekerja:
a.  Apabila tidak mendapa tekanan kuat dari Pemerintah atau pihak lain, Manajemen akan menolak memberikan jaminan keberadaan Serikat Pekerja dalam organisasi
b.   Berusaha untuk mendiskreditkan para pimpinan Serikat Pekerja di mata para karyawan
c.  Jika harus melakukan negosiasi, Manajemen membatasi ruang lingkup negosiasi itu pada cakupan yg sesempit mungkin

3.        Tahap Negosiasi
Manajemen tetap memandang Serikat Pekerja sebagai faktor penghalang dalam hubungan kerja antara Manajemen dengan para pekerja. Hanya saja Manajemen menyadari bahwa kehadiran Serikat Pekerja dalam organisasi sudah merupakan kenyataan hidup industrial & tidak lagi berusaha mengahalangi kehadirannya. Jika terjadi pertikaian dengan pekerja, negosiasi akan cenderung keras, tidak mustahhil Manajemen akan mencari TeKer sementara. Atau, menyerahkan kegiatan produksi / jasa kepada organisasi lain. Atau, jika kondisi tsb telah diduga, Manajemen akan menimbun barang – barang produksi  untuk dijual. Sikap Serikat Pekerja, berusaha memupuk rasa antagonisme dikalangan para pekerja & masyarakat luar terhadap Perusahaan, bahkan menggunakan cara legal

4.         Tahap Akomodatif
Tidak berarti bahwa Manajemen menyukai kehadiran Serikat Pekerja. Manajemen belum tentu bersedia untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan Serikat Pekerja untuk memperkuat kedudukannya dikalangan para pekerja. Manajemen menggunakan Serikat Pekerja sebagai saluran hubungan antara Manajemen dan para Karyawan & tidak lagi memandang Serikat Pekerja sebagai penghalang. Negosiasi dilakukan atas dasar sikap saling menghormati, saling dewasa & tidak melakukan usaha – usaha yang mengancam eksistensi pihak lain. Konflik diselesaikan secara proporsional, rasional, obyektif & tuntas dengan ,e,perhitungkan kepentingan kedua belah pihak
5.        Tahap Kerjasama
Kerjasama didasarkan pada dua asumsi
1.          Kedua belah pihak sama – sama memperoleh keuntungan bila organisasi meraih keberhasilan
2.    Para karyawan berada pada posisi yg memungkinkan mereka mengamati & mengetahui serta mendeteksi  berbagai kelemahan dalam proses produksi itu serta cara – cara untuk mengatasinya
Hubungan tersebut didasarkan atas berbagai prinsip:
1.          Saling menghargai
2.          Saling menghormati
3.          Saling mendukung
4.          Berusaha menempatkan diri pada posisi pihak lain
5.          Melakukan tindakan yg saling  menguntungkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar