Sabtu, 12 November 2011

Nilai, Sikap dan Kepuasan Kerja (bagian-1)

“..Kepuasan kerja mencerminkan sikap TeKer terhadap pekerjaannya ..”
“..TeKer yg puas dgn pekerjaannya akan merasa senang dgn pekerjaannya ..”
Beberapa pendapat para ahli tentang kepuasan kerja
Locke:  perasaan yg berhubungan dgn kepuasan / ketidakpuasan krj cenderung lebih mencerminkan penaksiran dari TeKer tentang pengalaman krj pd wkt sekarang& lampau daripd harapan utk masa yg akan datang
Howell & Dipboye (1986):  hasil keseluruhan dari derajat suka / tdk sukanya TeKer terhadap berbagai aspek pekerjaannya. Dengan kata lain, kepuasan kerja mencerminkan sikap teker terhadap pekerjaannya
Herzberg:  motivasi kerja menimbulkan kepuasan kerja, ciri – ciri pekerjaan tertentu (mis. besarnya tanggung jawab) menimbulkan motivasi yang tinggi yang menghasilkan kepuasan kerja yang tinggi
TEORI-TEORI KEPUASAN KERJA
1.    Discrepancy theory ( teori pertentangan ) à Locke

Kepuasan / Ketdkpuasan Kerja:
1.       Pertentangan: apa yg diinginkan >< apa yg diterima
2.       Pentingnya apa yg diinginkan bagi Indivi

Kepuasan krj bagi seorang Individu adalah jumlah dari kepuasan krj dari setiap aspek pekerjaan dikalikan dengan derajat pentingnya aspek pekerjaan bagi Individu
Kepuasan kerja merupaka sesuatu yg bersifat  pribadi, tergantung bagaimana mempersepsikan adanya kesesuaian atau pertentangan antara keinginan & hasil keluarannya
2.     Face Satisfaction (modelkepuasan bidang) à Lawler
Jika jumlah dari bidang yg mereka persepsikan harus diterima untuk melaksanakan krj mereka = jumlah aktual mereka terima, Mis. honor
Jmlh dari bidang yg dipersepsikan sesuai
1.         Mempersepsikan masukan pekerjaan
2.         Ciri pekerjaannya
3.         Masukan & keluaran org lain sbg pembanding

3.  Opponent Process Theory (Teori Proses Bertentangan) à Landy
Teori ini menekankan bahwa org ingin mempertahankan suatu keseimbangan emosional
Kepuasan/ketidakpuasan kerja memacu mekanisme fisiologikal dalam sistem pusat saraf yg membuat aktif emosi yg bertentangan / berlawanan

FAKTOR PENENTU KEPUASAN KERJA
1.    Ciri-ciri Intrinsik Pekerjaan à Locke

·      Keseragaman keterampilan
·      Jati diri tugas (task identity)
·      Tugas penting (task significance)
·      Otonomi
·      Umpan balik

Menurut Hackman & Oldham, cirri – cirri intrinsic pekerjaan akan menimbulkan 3 critical psychological states:
1.       Experienced meaningfulness of the work
2.       Experienced responsibility for outcome of the work
3.       Knowledge of the actual result of the work activities

Menghasilkan 4 macam personal & work outcomes:
1.       Motivasi kerja internal yang tinggi
2.       Unjuk  kerja yang bermutu tinggi
3.       Kepuasan kerja yang tinggi dengan pekerjaan
4.       Angka kemangkiran dan keluar pegawai yang rendah

2.   Gaji àTheriault
Kepuasan kerja merupakan fungsi dari jumlah absolut dari gaji yg diterima, derajat sejauh mana gaji memenuhi harapan – harapan teker dan bagaimana gaji diberikan

3.  Penyeliaan / Kepemimpinan
Hubungan Atasan – Bawahanà Locke
Terbagi:
·      Hubungan Fungsional : mencerminkan sejauh mana penyelia membantu taker untuk memuaskan nilai – nilai yang penting bagi teker
·      Hubungan Pribadi : didasarkan atas ketertarikan antar pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilai – nilai yang serupa

4.  Rekan – rekan sejawat yang menunjang
Ada teker yang dalam menjalankan tugas pekerjaannya memperoleh masukan dari tenaga kerja lain
5.  Kondisi kerja yang menunjang
Kondisi kerja yang memperhatikan prinsip – prinsip ergonomi


1 komentar: